Kalosara TAMALAKI SULTRA Buka Pendaftaran Kegiatan Pendidikan Kepemudaan dan Wawasan Kebangsaan

Kendari, KilauNews.com – Kegiatan Pendidikan Kalosara TAMALAKI SULTRA akan membuka pelatihan ini dalam rangka untuk menambah ilmu dan wawasan kebangsaan bagi masyarakat yang rencananya akan dibuka di Kendari pada hari Jumat (15/10/2021).
Dalam rangka kegiatan pendidikan kalosara Tamalaki Sultra membuka pendaftaran bagi peserta yang berminat khusus mahasiswa dan pemudah berumur 17 tahun ke atas, Ucap Humas Kalosara TAMALAKI SULTRA, Muhamad Vikram di Kendari pada hari Jumat (8/10/2021).
Pesara Adalah Sebuah Konsep Penddidikan Guna menanamkan Nilai-nilai Budaya, memberikan Pemahaman betapa Indahnya sebuah Keanekaragaman dalam Kemajemukan dan Bingkai Ke Bhinekaaan.
“Pendidikan Kalosara adalah wadah Bagi Pemuda dan Pemudi Tolaki, dalam merancanang, membina, dan membentuk karakter Kepemimpinan yang sadar Akan Pluralisme dan Berfikir Visioner Guna memajukan daerah Kita Tercinta dan Secara Fundamental Untuk Bangsa Dan Negara,” jelas Vikram.
Semakin Gesitnya Arena Persaingan Global, tentunya Pemuda dan Pemudi untuk menata sebuah masa depan tidaklah hanya cakap dalam berbicara dan atau sebatas karya, melainkan haruslah tertanam mental Kompetitor dengan kualitas diri yang mempuni serta Great Skill.
Vikram mengajak pemuda-pemudi Tolaki yang telah memasuki Pendidikan Tinggi Bergabung Bersama Kami dalam Pendidikan Kalosara Taman Mahasiswa Dan Pemuda Tolaki Sulawesi Tenggara.
“Harapan kami, dengan adanya pendidikan kalosara ini sebagai humas daripada kegiatan ini yang dilakukan “TAMALAKI SULTRA”, sangat mengapresiasi dan mendukung kesuksesan kegitan ini dan merupakan suatu kegiatan pengenalan budaya adat istiadat suku tolaki itu sendri untuk generasi milenial yang saat ini sedang menghadapi kemajuan era digital dan kemajuan zaman guna,” ujar Vikram
Vikram Menambahkan, untuk memberikan edukasi pembelajaran bagi kaum muda Tolaki yang cinta akan adat dan budayanya itu sendri harus mengikuti dan menyesuaikan perkembangan zaman untuk memberi pemahaman bahwa TAMALAKI SULTRA, bukanlah sebuah ormas yang berjiwa premanis dan anarkis.
“Tamalaki Sultra bukanlah sebuah ormas yg berjiwa premanis dan anarkis melainkan ormas kepemudaan yang senantiasa cinta budayanya maupun suku lain menjaga, menghargai membaur, dan harmonis antar masyarakat adat yang lain di Sulawesi Tenggara sebagaimna negara Indonesia terbentuk oleh bebrapa suku ras dan agama yang pluralisme,” tutupnya.(*ZIZ)





