Hari Keempat Pencarian, Lansia Hilang di Hutan Area Kampus USN Belum Ditemukan

BUTON TENGAH, KILAUNEWS.COM – Operasi pencarian terhadap seorang warga yang diduga hilang di kawasan hutan sekitar Kampus Universitas Sembilanbelas November (USN), Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, memasuki hari keempat.

 

Hingga Minggu (30/8/2026) pukul 17.00 Wita, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban bernama La Mai (62), warga Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.

 

Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Iwan Gunawan, mengatakan pencarian pada hari keempat telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

 

Namun, hingga operasi pencarian dihentikan sementara pada sore hari, hasil pencarian masih nihil.

 

“Pencarian telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, namun hingga pukul 17.00 Wita korban belum ditemukan. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.00 Wita,” ujar Iwan Gunawan dalam keterangannya.

 

Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas Kendari, korban diketahui meninggalkan rumah pada 25 Agustus 2026. Saat itu, korban disebut keluar rumah untuk mencari istrinya yang sedang menghadiri acara pingitan.

 

Korban terakhir kali dilihat oleh warga di wilayah Padabalano, tepatnya di sekitar kawasan hutan dekat Kampus USN, Kecamatan Mawasangka.

 

Menurut keterangan pihak keluarga, La Mai diketahui sudah mengalami pikun. Sebelum operasi SAR dilakukan, upaya pencarian telah dilakukan oleh Babinsa, aparat desa, masyarakat sekitar, serta keluarga korban, namun belum membuahkan hasil.

 

Dalam operasi pencarian tersebut, sejumlah unsur dilibatkan, di antaranya SMC dan staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Mawasangka, aparat desa, Babinsa, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

 

Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan untuk mendukung operasi, antara lain rescue car, sepeda motor trail, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, peralatan komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.

 

Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin berkisar antara 2 hingga 12 kilometer per jam yang bertiup dari arah timur hingga tenggara, berdasarkan informasi BMKG.

 

Operasi pencarian terhadap korban dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin (31/8/2026) pagi dengan harapan La Mai dapat segera ditemukan.

 

 

 

Laporan EK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles