Perkembangan Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Provinsi Sulawesi Tenggara

KILAUNEWS.COM – Kendari, Perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Sulawesi Tenggara hingga Desember 2024 menunjukkan pertumbuhan positif dan stabil, dengan kinerja yang meningkat secara year-on-year. Berikut beberapa indikator utama :
– Pertumbuhan Ekonomi : Meskipun mengalami kontraksi dari 5,54% pada triwulan sebelumnya menjadi 5,24% pada triwulan III-2024, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,95%.
– Kinerja Perbankan :
– Aset perbankan mengalami kontraksi sebesar -4,57% karena penarikan besar oleh masyarakat selama periode kampanye pemilu.
– Dana Pihak Ketiga (DPK) terkontraksi sebesar -9,35%, dengan total DPK sebesar Rp32,32 triliun, yang didominasi oleh tabungan sebesar Rp20,35 triliun.
– Kredit mengalami pertumbuhan sebesar 13,79%, dengan total kredit sebesar Rp39,83 triliun.
– Kredit Macet : Tingkat risiko kredit perbankan di Sulawesi Tenggara terjaga di posisi 1,76%, dengan NPL bank umum sebesar 1,70% dan BPR sebesar 7,83%.
– Penyaluran Kredit : Lima besar penyaluran kredit sektor ekonomi di Sulawesi Tenggara adalah :
1. Pemilikan peralatan RT lainnya : Rp15,31 triliun (38,42%)
2. Perdagangan besar dan eceran : Rp7,33 triliun (18,38%)
3. Pemilikan rumah tinggal : Rp5,48 triliun (13,73%)
4. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan : Rp3,43 triliun (8,60%)
5. Pertambangan dan penggalian : Rp1,98 triliun (4,96%)
OJK Sulawesi Tenggara juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan di masyarakat, seperti program edukasi keuangan dan peluncuran program Piket Literasi Keuangan (PEKA).
Selain itu, OJK juga mengawasi aliran dana yang mencurigakan dan bekerja sama dengan PPATK untuk memblokir rekening yang digunakan oleh jaringan perjudian online.





