“OJK Rilis Data Literasi Inklusi Keuangan : Wilayah Perkotaan Lebih Tinggi Daripada Pendesaan”

KILAUNEWS.COM – OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ), Metode Cakupan DNKI
• Berdasarkan klasifikasi desa, indeks literasi dan inklusi keuangan wilayah
perkotaan masing-masing sebesar 71,00 persen dan 94,48 persen, lebih
tinggi dibandingkan wilayah perdesaan masing-masing sebesar 59,87 persen
dan 90,03 persen. • Berdasarkan gender, indeks literasi keuangan laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan masing-masing sebesar 67,53 persen dan 65,73 persen. Sedangkan, indeks inklusi keuangan laki-laki dikatakan sebanding dengan perempuan, masing-masing 92,58 persen dan 92,89 persen. • Berdasarkan umur, kelompok 26-35 tahun, 18-25 tahun dan 36-50 tahun memiliki indeks literasi keuangan tertinggi, masing-masing sebesar 74,05 persen, 73,26 persen dan 72,12 persen.
Sebaliknya, kelompok umur 15-17 tahun dan 51-79 tahun memiliki indeks
literasi keuangan terendah, yakni masing-masing sebesar 51,86 persen dan
55,03 persen.
Selanjutnya, kelompok umur 18-25 tahun, 36-50 tahun dan 26-35 tahun memiliki indeks inklusi keuangan tertinggi, yakni masing – masing sebesar 95,07 persen, 94,11 persen dan 93,52 persen.
Sebaliknya, kelompok umur 51-79 tahun dan 15-17 tahun memiliki indeks inklusi
keuangan terendah, yakni masing-masing sebesar 89,70 persen dan 91,32 persen.
• Berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, kelompok pendidikan
tamat perguruan tinggi, tamat SMA/sederajat dan tamat SMP/sederajat
memiliki indeks literasi keuangan tertinggi, yakni masing-masing sebesar
90,63 persen, 79,19 persen dan 64,37 persen.
Sebaliknya, kelompok pendidikan tidak/belum pernah sekolah/tidak tamat
SD/sederajat dan tamat SD/sederajat memiliki indeks literasi keuangan
terendah, yakni masing-masing sebesar 43,77 persen dan 54,62 persen.
Selanjutnya, kelompok dengan pendidikan tamat perguruan tinggi, tamat
SMA/sederajat dan tamat SMP/sederajat memiliki indeks inklusi keuangan
tertinggi, yakni masing-masing sebesar 99,77 persen, 97,23 persen dan
92,74 persen.
Sebaliknya, kelompok dengan tingkat pendidikan tidak/belum pernah
sekolah/tidak tamat SD/sederajat dan tamat SD/sederajat memiliki indeks
inklusi keuangan terendah, yakni masing-masing sebesar 83,64 persen dan
88,83 persen.
Dari data tersebut diperoleh informasi bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi literasi dan inklusi keuangan. • Berdasarkan pekerjaan/kegiatan sehari-hari, kelompok pegawai/profesional, pensiunan/purnawirawan dan pengusaha/wiraswasta mempunyai indeks literasi keuangan tertinggi, yakni masing-masing sebesar 85,80 persen, 74,11 persen dan 73,96 persen.
Sebaliknya, kelompok tidak/belum bekerja,
petani/peternak/pekebun/nelayan dan pekerjaan lainnya memiliki indeks
literasi keuangan terendah, yakni masing-masing sebesar 49,46 persen,
59,32 persen dan 60,31 persen.
Selanjutnya, kelompok pensiunan/purnawirawan, pegawai/professional dan
pengusaha/wiraswasta memiliki indeks inklusi keuangan tertinggi, yakni
masing-masing sebesar 100,00 persen, 98,15 persen dan 95,21 persen.
Lap : Aisyah





