Para Kepala Desa di Enrekang Menanyakan Penyebab Dana Bagi Hasil PBB Masuk Tahun Ke 3 Tidak Cair

Enrekang, Kilaunews.com — Sejumlah Kepala Desa di Enrekang mempertanyakan dana bagi hasil PBB masuk tahun ke-3 belum juga diterima, meskipun kami sudah melaksanakan program, Sabtu (02/09/2023).

Sumber yang diperoleh media Kompak Nusantara dan Kilaunews.com disejumlah desa, ada desa sudah melaksanakan kegiatan yang diharapkan didanai oleh dana bagi hasil PBB namun tidak cair.

“Sehingga kades tersebut berutang sampai 70 juta, contohnya desa Mampu, Kepala desa tersebut mengatakan, sejak tahun 2020 kami hanya terima DBH 16 juta berarti hanya setengahnya dari yang biasanya”.

Pada tahun 2021 dan 2022 tidak ada sama sekali dan tahun 2023 juga belum ada, ungkapnya.

Begitu pula sejumlah Desa sama Desa Dulang, Bonto, Buntu Batuan, Patongloan, Saruran, Bambapuang, Desa Mendatte, Desa Tirowali, Desa Pepandunga, semua mengatakan, dana DBH itu kami masukkan dalam pertanggung jawaban APBDes, sedangkan dananya tidak kami terima, dengan nada kesal.

“Dengan demikian para Kepala Desa melalui media mempertanyakan apa penyebabnya, dan apakah masih ada peluang diterima tahun 2023 ini, kata sejumlah kades”.

Terpisah Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Enrekang ketika ditanya wartawan Kilaunews.com dan media Kompak Nusantara, serta Akselerasi, mengenai belum cairnya dana Bagi hasil PBB di desa-desa di Enrekang Hidjaz mengatakan, masalah pencairan Dana bagi hasil PBB itu rananya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Enrekang.

Kemudian pihak media ini mencoba menghubungi Kabid Perbendaharaan BPKAD Enrekang lewat WA nomornya tidak aktif atau tidak ada jawaban, tutupnya.

Laporan : Hafid

Editor : AH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles