70 PTT Lingkup Kanwil Kemenag Sultra Ikuti Tes Pemetaan Kompetensi

Kendari, KilauNew.com – Sebanyak 70 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengara (Sultra) mengikuti Tes Pemetaan Kompetensi di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (12/1).

Tes Pemetaan Kompetensi tersebut menyasar 70 orang PTT ini, terdiri dari Cleaning service, Driver, Security hingga tenaga administrasi yang tersebar di Kanwil Kemenag Sultra, Rujab Kakanwil hingga Asrama Haji Kendari.

Hal tersebut dimaksudkan, untuk mengevaluasi dan mengukur sejauh mana pemahaman dan kemampuan PTT dalam melaksanakan tugas di bidangnya masing-masing, apakah telah sesuai dengan pekerjaan yang dilakoninya selama ini atau tidak.

Tes Pemetaan Kompetensi ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sultra, H. Zainal Mustamin didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, H Muhammad Basri dan Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sultra, Marni.

Sebelum membuka kegiatan dimaksud, Kakanwil Terlebih dulu menyapa dan mengajak para PTT bersama menyuarakan yel-yel Kemenag Bersahabat dan tagline 3B yang dipandu oleh Kepala Bagian Tata Usaha.

Dalam sambutannnya, Kakanwil mengungkapkan jika Tes Pemetaan Kompetensi ini merupakan bagian penting guna mengevaluasi kinerja PTT. Karenanya, Kakanwil mengharapkan agar seluruh PTT mengikuti pola pemetaan tersebut dengan baik, karena komposisi PTT bisa saja berubah berdasarkan hasil Tes Pemetaan Kompetensi yang dilakukan.

“Saya berharap kita semua agar bekerja dengan baik. Mengimplementasikan 3B (Bersama, Bersatu, Bersaudara) dalam tugas-tugas kita. Bagi yang berkinerja baik agar dipertahankan dan ditingkatkan, dan yang belum bekerja dengan baik, agar merubah disiplin dan cara kerjanya menjadi lebih baik lagi,” tegas Kakanwil.

Kakanwil juga berpesan, alokasi PTT disetiap titik perlu disesuaikan, tidak perlu terlalu banyak bertumpu pada satu titik namun yang terpenting adalah efektifitas.

“Ini akan dievaluasi, siapa yang berkinerja baik dan yang belum bisa mengikuti irama.
Terapkan kedisiplinan dan jangan berubah dilingkungan manapun kita berada. Implementasikan Kemenag Bersahabat (Bersih, Religius, Santun, Harmonis, Berbasis Teknologi) dalam tugas-tugas kita. Kedisiplinan tidak boleh diajarkan namun kita harus menjadi contoh dari perilaku disiplin,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan, agar setiap orang sepatutnya menghargai dan mencintai setiap pekerjaan yang dijalaninya, tidak terbawa perasaan gengsi atau malu selama pekerjaan itu halal. Bekerja dengan sungguh-sungguh dan disiplin, tidak mangkir dari pekerjaan dengan alasan yang tidak jelas, apalagi dibuat-buat.

“Setelah pemetaan, maka akan dilaksanakan Excellent Service yakni semacam pelatihan mengenai bagaimana memberikan pelayanan maksimal dan istimewa bagi siapa saja yang datang. Hal ini dimaksudkan, agar semua bisa melakukan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, Tes Pemetaan Kompetensi ini dibagi dalam dua sesi, yakni Tes tertulis dan tes wawancara, yang hasilnya akan dijadikan acuan bagi kebutuhan pemetaan.

Sumber : Humas Kemenag Sultra

Laporan : Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles